RSS


Minggu, 27 Desember 2009

Lalu untuk apa engkau memerlukan Aku?


Tuhan Berkata…

Jika kau tak pernah merasa sakit...
Bagaimana kau tahu bahwa Aku Maha Penyembuh?

Jika kau tak pernah pergi tanpa kesulitan...
Bagaimana kau tahu bahwa Aku Maha Pelepas

Jika kau tidak pernah merasa sedih...
Bagaimana kau tahu bahwa Aku Maha Penghibur?

Jika kau tidak pernah berbuat kesalahan...
Bagaimana kau tahu Aku Maha Pengampun?

Jika kau tidak pernah menghadapi pencobaan...
Bagaimana kau dapat memanggil dirimu pemenang?

Jika kau tahu segala hal...
Bagaimana kau tahu bahwa Aku dapat menjawab pertanyaan-pertanyaanmu?

Jika kau tidak pernah berada dalam kesulitan...
Bagaimana kau tahu bahwa Aku datang untuk menyelamatkanmu?

Jika kau tidak pernah hancur...
Lalu bagaimana kau tahu bahwa Aku dapat memulihkanmu?

Jika kau tidak pernah menghadapi masalah...
Bagaimana kau tahu bahwa Aku dapat menyelesaikannya?

Jika kau tidak mengalami beberapa penderitaan...
Lalu bagaimana kau tahu bahwa kau dapat melaluinya?

Jika kau tidak pernah melalui api...
Lalu bagaimana kau menjadi murni?

Jika Aku memberikan semua barang kepadamu...
Bagaimana kau akan menghargainya?

Jika Aku tidak pernah mengoreksimu...
Bagaimana kau tahu bahwa Aku mengasihimu?

Jika kau punya semua kemampuan...
Bagaimana kau belajar bergantung kepada-Ku?

Jika hidupmu sempurna...
Lalu untuk apa engkau memerlukan Aku?

Sabtu, 12 Desember 2009

Anak Istimewa

Kata ayahku, aku anak yang sangat istimewa.
Benarkah begitu?

Kata Mark...
Anak istimewa,mesti menjadi anak yang paling pintar di kelas.
Aku tidak begitu.

Kata Lauren...
Anak istimewa,mesti tinggal di lingkungan keren di kota dengan rumah yang bagus.
Aku tidak bisa.

Kata Stephen...
Anak istimewa,mesti bisa menceritakan lelucon-lelucon yang lucu.
Aku tidak bisa.

Kata Samantha...
Anak istimewa,mesti berasal dari keluarga sempurna dan kaya raya.
Aku tidak.

Kata Sarah...
Anak istimewa,mesti punya rambut yang panjang seperti dirinya.
Aku tidak punya.

Kata Justin...
Anak istimewa,mesti punya gigi putih yang bagus dan rata seperti dirinya.
Aku tidak punya.

Kata Mathew...
Anak istimewa,mesti memakai pakaian yang paling bagus, mahal juga sepatu yang oke.
Aku tidak punya.

Kata Jessica...
Anak istimewa,tidak boleh mempunyai bintik-bintik coklat kecil di wajahnya.
Aku punya!

Tapi....

Setiap malam, menjelang tidur, ayahku selalu memberiku pelukan dan berkata :
"Kau amat istimewa. Aku sayang padamu!"
Ayahku pasti lebih bijak dari semua teman-temanku.


Dari Chicken Soup for Kids

Terima kasih

Telah mengajariku membedakan yang benar dan salah.
Mendorongku untuk mempertahankan mimpi-mimpiku.
Menunjukan padaku untuk tidak terpengaruh oleh rintangan.
Dan untuk mengubah kebingunganku menjadi senyuman.

Telah mengatakan bahwa kalian menyayangiku.
Menunjukkan betapa istimewanya cinta itu.
Membisikkan padaku,"Aku sayang padamu".
Telah menghapuskan air mataku kala aku sedih.
Memelukku ketika aku merasa sunyi.
Menenangkanku ketika aku ingin marah.

Telah membantu sesama dengan perbuatan baik kalian.
Mengajariku, bahwa akupun mesti menolong sesama.

Terima kasih keluargaku,
atas segala yang kalian lakukan.
Entah apa jadinya aku tanpa kalian.

Kamis, 26 November 2009

Ayahku tak bisa datang

Gadis kecil itu berumur 6 tahun Rambutnya diikat gaya buntut kuda pakaian favoritnya terikat simpul hias. Hari ini adalah Hari Bapak di sekolah, dan sudah tak sabar ia ingin pergi. Tapi ibunya mencoba untuk menerangkan dan mencegahnya agar sebaiknya ia tinggal dirumah. Sebab teman2 sekelasnya tak akan mengerti & bertanya2, mengapa ia ke sekolah sendirian tanpa disertai ayahnya, padahal ini adalah hari Bapak di sekolah & semua teman2nya akan datang didampingi ayahnya. Mereka dengan bangga akan memperkenalkan ayahnya masing2 di depan kelas.

Namun gadis kecil ini tak gentar & tak takut. Ia sudah tahu apa yang akan dikatakan nanti. Gadis kecil ini sudah siap menceritakan alasan apa pada rekan2 sekelasnya, mengapa ayahnya tak bisa hadir hari ini. Tapi ibunya tetap saja kuatir, ibunya takut kalau2 teman2nya mengejeknya & membuatnya menangis, ibunya takut sekali membayangkan anak gadisnya dihina & menghadapi acara hari ini sendirian. Itu pula sebabnya ia coba sekali lagi, berusaha menahan putrinya dirumah. Tapi gadis kecil itu tetap bersikeras ke sekolah, ia ingin menceritakan pada semua teman2nya. Tentang ayahnya yang tak pernah ia lihat lagi, seorang ayah yang tak pernah menelpon lagi, tentang ayahnya yang meninggalkannya dihari ulang tahunnya.

Di sekolah, banyak bapak2 di halaman dibelakang, pertemuan yang spektakuler bagi setiap anak di sekolah itu.Semua anak-anak menggeliat tak sabar lagi, gelisah & bergoyang terus ditempat duduk mereka. Satu per satu gurunya memanggil setiap murid untuk mengenalkan ayahnya. Dan setiap anak2 dengan gembira menggandeng ayahnya didepan kelas & memperkenalkan ayah mereka dengan bangga, sementara gadis kecil itu menunggu dipojok kelas dengan menahan tangis.

Selagi detik2 perlahan berlalu. Akhirnya ibu guru memanggil namanya, serentak tiap anak berbalik melongok ke belakang. Masing-masing ikut giat mencari ayah si gadis kecil, seorang pria yang tak hadir disitu seperti ayah2 yg lain. "Yang mana sih, papanya dia?", seorang anak laki kecil berteriak. "Aahhh, mungkin dia memang tak punya ayah," sahut yang lain. Dan tiba2 disudut belakang terdengar seorang bapak nyeletuk, "Wah nampaknya ada seorang bapak kecapekan, kelewat repot bekerja & tak mau buang waktu buat putrinya hari ini."

Kata-kata itu menyakitkan hatinya, namun gadis kecil ini malah tersenyum memandang ibunya. Dan melihat kembali kepada gurunya, yang menyuruhnya untuk maju. Dan dengan berani, ia maju ke depan kelas sendirian, tanpa ayahnya, sementara ibunya memandangnya dengan cemas. Dengan kedua tangan dibelakang, perlahan ia mulai bicara. Dan dari mulut seorang gadis kecil ini, keluar kata2 menakjubkan yang sangat luar biasa.

"Papaku tak bisa datanq kesini, tapi aku tahu ia ingin sekali bisa berada disini, sebab ini kan hari yang istimewa. Dan meskipun kalian tak bisa menemuinya, aku ingin kalian tahu segala sesuatu mengenai Papaku,dan betapa ia amat mencintaiku." Gadis kecil ini terdiam sejenak & melanjutkan ceritanya, "Ayahku gemar mendongeng cerita-cerita padaku, Ia mengajari aku naik sepeda. Ia sering membuatku terkejut dengan membawakan aku & mama, setangkai mawar merah muda, dan ia juga mengajarku menerbangkan layang2. Kami biasa saling berbagi camilan, menikmati es krim & kue."

Gadis kecil inipun melanjutkan ceritanya dengan tabah, "Biarpun kalian tak bisa melihatnya, aku tidak berdiri sendirian disini. Sebab Papa selalu ada bersama aku, biarpun kami terpisah jauh. Aku tahu itu, sebab Papa pernah cerita, bahwa ia takkan pernah meninggalkanku & selalu akan ada dalam hatiku."

Lalu, tangan mungilnya ia naikkan, dan diletakkan didadanya. Gadis kecil ini mencoba merasakan detak jantungnya sendiri, dibawah baju kesukaannya. Dan di sudut ruang kelas itu, diantara kerumunan para ayah, berdiri ibunya yang sedang berlinang air mata. Begitu bangga memandangi putrinya yang kata2nya begitu bijak melebihi tahun2 usianya. Sebab ia mendengar dari bibir mungil putrinya yang membela cinta kasih sayang seorang ayah yang tak ada lagi dalam hidupnya. Melakukan apa yang terbaik baginya, melakukan apa yang benar bagi banyak orang. Dan ketika gadis kecil ini menurunkan tangannya kebawah lagi, ia menatap lurus langsung ke semua orang.

Lalu gadis kecil ini mengakhiri ceritanya dengan suara begitu halus lembut, namun pesannya jelas dan keras. "Aku begitu cinta pada Papaku, Papa itu bintangku yang bersinar terang menerangiku. Dan seandainya ia bisa, ia pasti akan datang kesini menemaniku, tapi surga terlalu jauh." Semuanya tersentak -diam. "Ayahku bekerja di pemadam kebakaran dan ia baru saja meninggal tahun lalu. Saat ia menolong para korban, ketika kapal terbang menabrak gedung WTC dan mengajar orang Amerika merasakan arti takut & menghargai orang lain. Tapi terkadang bila kututup mataku, rasanya seperti ia masih ada disini." Dan lalu ia pejamkan matanya, Dan ia melihat seolah ayahnya hadir & tersenyum padanya.

Dan ibunya jadi begitu takjub, saat melihat semua orang di kelas itu terperangah mendengar kesaksian dari bibir mungil anak gadisnya. Di-sebuah ruangan kelas yang terisi penuh bapak2 dan anak2 itu, tiba2 semuanya mulai menutup matanya juga. Entah apa yang mereka lihat didepannya, entah apa yang mereka rasakan didalam hatinya. Barangkali hanya untuk sedetik, namun mereka merasa sehati & melihat sang ayah disampinq gadis kecil itu.

"Aku tahu Papa ada disini bersamaku," teriaknya memecahkan keheningan. Yang terjadi selanjutnya membuat lidah semua orang tercekat dan meyakinkan hati mereka semua yang sebelumnya berisi keraguan. Tak seorangpun dalam ruangan itu bisa menerangkan, sebab masing2 mereka memejamkan matanya. Tapi disana, disamping meja gadis cilik itu, mereka seakan melihat ada setangkai panjang mawar harum merah-muda. Tanda cinta sang ayah yang telah tiada bagi putri kecilnya tersayang.

Dan pada hari itu, ada seorang gadis kecil yang diberkati, biarpun hanya untuk sesaat, oleh cinta kasih sayang sang ayah, bintang cintanya yang bersinar terang. Dan hari itu juga, semua yang hadir di kelas itu (dan mungkin juga anda?) mereka semua menerima pengertian baru, bahwa karena kekuatan cinta, ternyata surga tidak pernah terlalu jauh.

Aku

Tak ada yang kurasa
Hati bergeming sepi
ku ingin kau hadir dalam setiap tatapanku.

Ijinkanku bersamanya
walau hanya sekejap.

Mataku adalah matamu.
Kemanapun kau memandang
aku selalu da.
Maafkan aku yang selalu begini.
Walau kurasa,kumengerti
tapi aku tetaplah aku.

INILAH AKU!