RSS


Kamis, 26 November 2009

Ayahku tak bisa datang

Gadis kecil itu berumur 6 tahun Rambutnya diikat gaya buntut kuda pakaian favoritnya terikat simpul hias. Hari ini adalah Hari Bapak di sekolah, dan sudah tak sabar ia ingin pergi. Tapi ibunya mencoba untuk menerangkan dan mencegahnya agar sebaiknya ia tinggal dirumah. Sebab teman2 sekelasnya tak akan mengerti & bertanya2, mengapa ia ke sekolah sendirian tanpa disertai ayahnya, padahal ini adalah hari Bapak di sekolah & semua teman2nya akan datang didampingi ayahnya. Mereka dengan bangga akan memperkenalkan ayahnya masing2 di depan kelas.

Namun gadis kecil ini tak gentar & tak takut. Ia sudah tahu apa yang akan dikatakan nanti. Gadis kecil ini sudah siap menceritakan alasan apa pada rekan2 sekelasnya, mengapa ayahnya tak bisa hadir hari ini. Tapi ibunya tetap saja kuatir, ibunya takut kalau2 teman2nya mengejeknya & membuatnya menangis, ibunya takut sekali membayangkan anak gadisnya dihina & menghadapi acara hari ini sendirian. Itu pula sebabnya ia coba sekali lagi, berusaha menahan putrinya dirumah. Tapi gadis kecil itu tetap bersikeras ke sekolah, ia ingin menceritakan pada semua teman2nya. Tentang ayahnya yang tak pernah ia lihat lagi, seorang ayah yang tak pernah menelpon lagi, tentang ayahnya yang meninggalkannya dihari ulang tahunnya.

Di sekolah, banyak bapak2 di halaman dibelakang, pertemuan yang spektakuler bagi setiap anak di sekolah itu.Semua anak-anak menggeliat tak sabar lagi, gelisah & bergoyang terus ditempat duduk mereka. Satu per satu gurunya memanggil setiap murid untuk mengenalkan ayahnya. Dan setiap anak2 dengan gembira menggandeng ayahnya didepan kelas & memperkenalkan ayah mereka dengan bangga, sementara gadis kecil itu menunggu dipojok kelas dengan menahan tangis.

Selagi detik2 perlahan berlalu. Akhirnya ibu guru memanggil namanya, serentak tiap anak berbalik melongok ke belakang. Masing-masing ikut giat mencari ayah si gadis kecil, seorang pria yang tak hadir disitu seperti ayah2 yg lain. "Yang mana sih, papanya dia?", seorang anak laki kecil berteriak. "Aahhh, mungkin dia memang tak punya ayah," sahut yang lain. Dan tiba2 disudut belakang terdengar seorang bapak nyeletuk, "Wah nampaknya ada seorang bapak kecapekan, kelewat repot bekerja & tak mau buang waktu buat putrinya hari ini."

Kata-kata itu menyakitkan hatinya, namun gadis kecil ini malah tersenyum memandang ibunya. Dan melihat kembali kepada gurunya, yang menyuruhnya untuk maju. Dan dengan berani, ia maju ke depan kelas sendirian, tanpa ayahnya, sementara ibunya memandangnya dengan cemas. Dengan kedua tangan dibelakang, perlahan ia mulai bicara. Dan dari mulut seorang gadis kecil ini, keluar kata2 menakjubkan yang sangat luar biasa.

"Papaku tak bisa datanq kesini, tapi aku tahu ia ingin sekali bisa berada disini, sebab ini kan hari yang istimewa. Dan meskipun kalian tak bisa menemuinya, aku ingin kalian tahu segala sesuatu mengenai Papaku,dan betapa ia amat mencintaiku." Gadis kecil ini terdiam sejenak & melanjutkan ceritanya, "Ayahku gemar mendongeng cerita-cerita padaku, Ia mengajari aku naik sepeda. Ia sering membuatku terkejut dengan membawakan aku & mama, setangkai mawar merah muda, dan ia juga mengajarku menerbangkan layang2. Kami biasa saling berbagi camilan, menikmati es krim & kue."

Gadis kecil inipun melanjutkan ceritanya dengan tabah, "Biarpun kalian tak bisa melihatnya, aku tidak berdiri sendirian disini. Sebab Papa selalu ada bersama aku, biarpun kami terpisah jauh. Aku tahu itu, sebab Papa pernah cerita, bahwa ia takkan pernah meninggalkanku & selalu akan ada dalam hatiku."

Lalu, tangan mungilnya ia naikkan, dan diletakkan didadanya. Gadis kecil ini mencoba merasakan detak jantungnya sendiri, dibawah baju kesukaannya. Dan di sudut ruang kelas itu, diantara kerumunan para ayah, berdiri ibunya yang sedang berlinang air mata. Begitu bangga memandangi putrinya yang kata2nya begitu bijak melebihi tahun2 usianya. Sebab ia mendengar dari bibir mungil putrinya yang membela cinta kasih sayang seorang ayah yang tak ada lagi dalam hidupnya. Melakukan apa yang terbaik baginya, melakukan apa yang benar bagi banyak orang. Dan ketika gadis kecil ini menurunkan tangannya kebawah lagi, ia menatap lurus langsung ke semua orang.

Lalu gadis kecil ini mengakhiri ceritanya dengan suara begitu halus lembut, namun pesannya jelas dan keras. "Aku begitu cinta pada Papaku, Papa itu bintangku yang bersinar terang menerangiku. Dan seandainya ia bisa, ia pasti akan datang kesini menemaniku, tapi surga terlalu jauh." Semuanya tersentak -diam. "Ayahku bekerja di pemadam kebakaran dan ia baru saja meninggal tahun lalu. Saat ia menolong para korban, ketika kapal terbang menabrak gedung WTC dan mengajar orang Amerika merasakan arti takut & menghargai orang lain. Tapi terkadang bila kututup mataku, rasanya seperti ia masih ada disini." Dan lalu ia pejamkan matanya, Dan ia melihat seolah ayahnya hadir & tersenyum padanya.

Dan ibunya jadi begitu takjub, saat melihat semua orang di kelas itu terperangah mendengar kesaksian dari bibir mungil anak gadisnya. Di-sebuah ruangan kelas yang terisi penuh bapak2 dan anak2 itu, tiba2 semuanya mulai menutup matanya juga. Entah apa yang mereka lihat didepannya, entah apa yang mereka rasakan didalam hatinya. Barangkali hanya untuk sedetik, namun mereka merasa sehati & melihat sang ayah disampinq gadis kecil itu.

"Aku tahu Papa ada disini bersamaku," teriaknya memecahkan keheningan. Yang terjadi selanjutnya membuat lidah semua orang tercekat dan meyakinkan hati mereka semua yang sebelumnya berisi keraguan. Tak seorangpun dalam ruangan itu bisa menerangkan, sebab masing2 mereka memejamkan matanya. Tapi disana, disamping meja gadis cilik itu, mereka seakan melihat ada setangkai panjang mawar harum merah-muda. Tanda cinta sang ayah yang telah tiada bagi putri kecilnya tersayang.

Dan pada hari itu, ada seorang gadis kecil yang diberkati, biarpun hanya untuk sesaat, oleh cinta kasih sayang sang ayah, bintang cintanya yang bersinar terang. Dan hari itu juga, semua yang hadir di kelas itu (dan mungkin juga anda?) mereka semua menerima pengertian baru, bahwa karena kekuatan cinta, ternyata surga tidak pernah terlalu jauh.

Aku

Tak ada yang kurasa
Hati bergeming sepi
ku ingin kau hadir dalam setiap tatapanku.

Ijinkanku bersamanya
walau hanya sekejap.

Mataku adalah matamu.
Kemanapun kau memandang
aku selalu da.
Maafkan aku yang selalu begini.
Walau kurasa,kumengerti
tapi aku tetaplah aku.

INILAH AKU!

Relung Jiwaku

hari ini tak da yang tergurat dalam hati.
tapi tersirat.........
kutatap wajahnya
dia berubah

perubahan yang tak ingin ku lihat

jika memang bukan saatnya.
berikan jalan ku,Tuhan.

bila mengharapkan yang tak kan ada
sirnakanlah.......

Tuhan
Kau Maha mengerti hatiku


disini
tak terukir namun terusik.
matanya akankah kmbali


Tuhan...........
sentuh hatiku.

Tak kuduga

hmm,, kini aku mengerti
mengapa kau begitu padaku,.
dia ,,, dan dia
mengapa harus ku alami?
walaupun kata itu tak kau ucap padaku
tapi...
aku ini manusia punya nyawa
hati...
fikiran...
kau tak bisa begitu padaku.

aku mengasihi kamu,,
bila kau mengasihi aku ...
kau akan mngerti mengapa ku berkata seperti ini.

ingatlah kita yang kau tanam dalam hatiku
dengan berjuta kata indah,.
mengikat sebuah ikatan yg melingkar dihati kita?
kau yakinkan aku.

sebenarnya siapa aku bagimu?
kau mengejar hati yang lain dibalik cinta kita.
kini apakah aku masih berarti bagimu?

Selasa, 24 November 2009

Doa Ayah


Tuhanku…

Bentuklah anakku menjadi manusia yang cukup kuat
untuk mengetahui kelemahannya.
Dan, berani menghadapi dirinya sendiri saat dalam ketakutan.
Manusia yang bangga dan tabah dalam kekalahan.
Tetap Jujur dan rendah hati dalam kemenangan.

Bentuklah anakku menjadi manusia
yang berhasrat mewujudkan cita-citanya
dan tidak hanya tenggelam dalam angan-angannya saja.
Seorang anak yang sadar
bahwa mengenal Engkau dan dirinya sendiri
adalah landasan segala ilmu pengetahuan.

Tuhanku…

Aku mohon,
janganlah pimpin anakku di jalan yang mudah dan lunak.
Namun, ....
tuntunlah dia di jalan yang penuh hambatan dan godaan...
kesulitan dan tantangan.

Biarkan anakku belajar untuk tetap berdiri di tengah badai
dan senantiasa belajar untuk mengasihi mereka yang tidak berdaya.

Ajarilah dia berhati tulus dan bercita-cita tinggi,
sanggup memimpin dirinya sendiri,
sebelum mempunyai kesempatan untuk memimpin orang lain.

Berikanlah hamba seorang anak
yang mengerti makna tawa ceria
tanpa melupakan makna tangis duka.

Anak yang berhasrat
Untuk menggapai masa depan yang cerah
namun tak pernah melupakan masa lampau.

Dan, setelah semua menjadi miliknya…
Berikan dia cukup Kejenakaan
sehingga ia dapat bersikap sungguh-sungguh
namun tetap mampu menikmati hidupnya.

Tuhanku…

Berilah ia kerendahan hati…
Agar ia ingat
akan kesederhanaan dan keagungan yang hakiki…
Pada sumber kearifan...
kelemahlembutan dan kekuatan yang sempurna.

Dan, pada akhirnya bila semua itu terwujud,
hamba, ayahnya, dengan berani berkata :
“Hidupku tidaklah sia-sia”


-Douglas Mc Arthur-

Sabtu, 21 November 2009

Tuhan selalu menjawab:Tidak(?)

Aku meminta kepada Tuhan untuk menyingkirkan MASALAH2KU.
Tuhan menjawab : TIDAK. Itu bukan untuk KU-singkirkan, tetapi agar kau MENGALAHKANNYA

Aku meminta kepada Tuhan untuk menyembuhkan KECACATANKU.
Tuhan menjawab : TIDAK. Jiwa adalah SEMPURNA, badan hanyalah SEMENTARA

Aku meminta kepada Tuhan untuk menghadiahkanku KESABARAN.
Tuhan menjawab : TIDAK. Kesabaran adalah HASIL DARI KESULITAN; itu tidak dihadiahkan, itu harus dipelajari.

Aku meminta kepada Tuhan untuk memberiku BERKAT.
Tuhan menjawab: TIDAK. Aku memberimu RASA SYUKUR. Agar hidupmu tak pernah Kekurangan.

Aku meminta kepada Tuhan untuk menjauhkan PENDERITAAN.
Tuhan menjawab : TIDAK. Penderitaan menjauhkanmu dari perhatian duniawi & membawamu mendekat padaKU

Aku meminta kepada Tuhan untuk MENUMBUHKAN IMANKU.
Tuhan menjawab : TIDAK. Kau harus menumbuhkannya sendiri, tetapi AKU akan memangkas untuk membuatmu berbuah lebih cepat.

Aku meminta kepada Tuhan SEGALA HAL sehingga aku dapat MENIKMATI HIDUP.
.Tuhan menjawab: TIDAK. Aku akan MEMBERIMU HIDUP, sehingga kau dapat menikmati segala hal

Aku meminta kepada Tuhan membantuku mengasihi orang lain seperti IA mengasihiku.
Tuhan Tersenyum & menjawab: "Aaahhh, akhirnya kau mengerti juga"

Air mata Mutiara

Pada suatu hari seekor anak kerang di dasar laut mengadu dan mengeluh pada ibunya sebab sebutir pasir tajam memasuki tubuhnya yang merah dan lembek.

"Anakku," kata sang ibu sambil bercucuran air mata, "Tuhan tidak memberikan pada kita, bangsa kerang, sebuah tangan pun, sehingga Ibu tak bisa menolongmu."

Si ibu terdiam sejenak, "Sakit sekali, aku tahu anakku. Tetapi terimalah itu sebagai takdir alam. Kuatkan hatimu. Jangan terlalu lincah lagi. Kerahkan semangatmu melawan rasa ngilu dan nyeri yang menggigit. Balutlah pasir itu dengan getah perutmu. Hanya itu yang bisa kau perbuat", kata ibunya dengan sendu dan lembut.

Anak kerang pun melakukan nasihat bundanya. Ada hasilnya, tetapi rasa sakit bukan alang kepalang. Kadang di tengah kesakitannya, ia meragukan nasihat ibunya.

Dengan air mata ia bertahan, bertahun-tahun lamanya. Tetapi tanpa disadarinya sebutir mutiara mulai terbentuk dalam dagingnya. Makin lama makin halus. Rasa sakit pun makin berkurang. Dan semakin lama mutiaranya semakin besar. Rasa sakit menjadi terasa lebih wajar.

Akhirnya sesudah sekian tahun, sebutir mutiara besar, utuh mengilap, dan berharga mahal pun terbentuk dengan sempurna. Penderitaannya berubah menjadi mutiara; air matanya berubah menjadi sangat berharga.

Gratis

Saking berangnya pada ibunya yang seringkali menyuruhnya melakukan ini dan itu, pada suatu sore, seorang anak menghampiri ibunya di dapur yang sedang menyiapkan makan malam, dan ia menyerahkan selembar kertas yang selesai ditulisinya.

Setelah ibunya mengeringkan tangannya dengan celemek, ia membacanya dan inilah tulisan si anak:

= Untuk memotong rumput minggu ini Rp. 7.500,00
= Untuk membersihkan kamar minggu ini Rp. 5.000,00
= Untuk pergi ke toko menggantikan mama Rp. 10.000,00
= Untuk menjaga adik waktu mama belanja Rp. 15.000,00
= Untuk membuang sampah setiap hari Rp. 5.000,00
= Untuk raport yang bagus Rp. 25.000,00
= Untuk membersihkan dan menyapu halaman Rp. 12.500,00
---------------------------------
Jumlah hutang Rp. 80.000,00

Si ibu memandang anaknya yang berdiri di situ dengan penuh harap, dan berbagai kenangan terlintas dalam pikiran ibu itu.

Kemudian ia mengambil pulpen, membalikkan kertasnya, dan menulis:

  • Untuk sembilan bulan ketika mama mengandung kamu selama kamu tumbuh dalam perut mama, GRATIS.
  • Untuk semua malam ketika mama menemani kamu, mengobati kamu, dan mendoakan kamu,GRATIS.
  • Untuk semua saat susah, dan semua air mata yang kamu sebabkan selama ini,GRATIS.
  • Untuk semua malam yang dipenuhi rasa takut dan untuk rasa cemas di waktu yang akan datang, GRATIS.
  • Untuk mainan, makanan, baju, dan juga menyeka hidungmu, GRATIS.

Dan kalau kamu menjumlahkan semuanya, harga cinta sejati itu GRATIS.

Setelah selesai membaca apa yang ditulis ibunya, anak itu menatap wajah ibunya dan berkata:
'Ma, aku sayang sekali padamu'.

Kemudian sang ibu mengambil pulpen dan menulis dengan huruf besar-besar: "LUNAS"